…8…
GISCA…aKu CinTa kaMu!!!!
GISCA…aKu CinTa kaMu!!!!
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, tapi kenapa ya disaat udah pulang malah turun hujan. mana pengen buru-buru balik lagi, soalnya mama dan papa hari ini pulang. aku kangen banget ma mereka. padahal Cuma pergi beberapa hari tapi serasa pergi 1 bulanan. maklumlah, namanya juga anak bungsu. aku jadi nggak sabar deh mau makan masakan mama yang paling the best.”hujan berhenti ya.” pintaku dalam hati.
“sya, lo gimana sih. markir mobil tuh yang deket jalan jangan yang dibelakang mobil kepsek. jadinya qta harus nungguin kepsek selesai rapat deh. gue kan laper.” oceh ocha yang berbicara dengan muka penuh emosi sambil memegang perutnya yang kelaperan.
“mang lo pikir gue nggak laper apa??” jawab sasya tak kalah emosi.
“udah dong, jangan berantem. kaya anak kecil aja.” ujar bian menengahi.
“iya, cha. biasanya qta kan juga parkir disitu. ya, kebetulan aja kali mobilnya kepsek parkir disitu. lagian sekarang juga masih hujan. qta ke kantin aja ya. qta makan dulu sambil nunggu kepsek selesai rapat n tunggu hujannya reda. oke…!” ucap gisca dengan penuh sabar.
“yuk, makan aja. gue juga laper.” ungkap bian sambil menarik tangan ocha dan sasya.
Sesampainya di kantin,
“sya, mo pesen apa??” Tanya bian.
“…”
“ocha sayang, mau makan apa??? gisca teraktir deh.” goda gisca.
“…”
“kalian ini kenapa sih. Cuma gara-gara hal sepele aja ngambek.” ucap bian .
“ocha, sasya, masa Cuma gara-gara hal sepele qta jadi berantem sih. kalau kalian nggak mau baikan, gue marah sama kalian berdua. gue nggak mo punya temen yang sukanya marah-marahan.” ucap gisca panjang lebar sambil mengeluarkan sedikit kata-kata ancaman.
“……”
“……”
“masih nggak mo baikan?? oke…!!! gue sama gisca nggak mau kalian jadi temen qta.” ucap bian mengancam.
Beberapa menit kemudian,
“iya deh. gue mau baikan ma sasya… maafin gue ya sya.” ucap ocha sambil mengulurkan tangan sebagai tanda minta maaf.
“maafin gue juga ya cha. gue janji ma kalian, gue nggak akan jadi orang yang gampang marah lagi.” timpal sasya dengan mengucapkan janji.
“gitu donk. itu baru namanya temen qta.” ujar bian senang.
“sekarang mau pesen apa???” Tanya gisca pada ke-3 temannya.
“masih jadi kan dibayarinnya???” sambar ocha dengan penuh semangat.
“iya, ocha sayang. buat ocha apa sih yang nggak.”goda gisca.
“gue mau nasi pke chicken sama kentang goreng n minumnya ice lemon tea.” ucap sasya.
“gue mo pizza 2 potong truz chicken 1 n minumnya avocado juice.” ucap ocha semangat.
“lo mo apa, gis???” Tanya bian.
“gue mo macaroni panggang special truz minumnya es jeruk aja.” ujar gisca.
“bu……” panggil ocha.
“bu pesen nasi ma chicken 1, kentang goreng 2, chickennya aja 2, pizza 3 potong, macaroni panggang specialnya 1 truz minumnya ice lemon tea 2, jus alpukat 1, es jeruk 1.nggak pa-ke la-ma ya, bu.” pesan bian panjang lebar.
“beres non.” ujar bu kantin.
10 menit kemudian,
“ini non, pesenannya.” ucap bu kantin sambil memberikan pesanan satu per satu.
“berapa bu???” Tanya gisca.
“semuanya Rp.85.000 non.” jawab ibu kantin.
“ini, bu. makasih ya.”
“sama-sama non.”
20 menit kemudian,
“sya, temenin ke toilet yuk. kebelet pipis nih.” ucap bian sambil menahan kencing.
“yuk, gue juga pengen pipis nih.” jawab sasya.
Setelah sasya dan bian pergi, tiba-tiba……
“gisca” panggil seseorang dari kejauhan.
“dio???” Tanya gisca dengan muka BT.
“lo masih marah ma gue??” Tanya dio.
“nggak.”
“klo nggak kok jawabnya ketus gitu sih. gue tau gue salah. gue janji nggak akan kaya gitu lagi.” ujar dio menjelaskan.
“……”
“gisca???” ucap dio.
“……”
“giska, ka dio ngajakin lo ngomong tuh.” ucap ocha memecah suasana.
Tiba-tiba,
“gisca, ocha, kok masih disini. nggak pulang???” Tanya vindra yang tiba-tiba datang dari kejauhan.
“…”
“eh, ka vindra.” ucap ocha yang binggung harus ngomong apa.
“lo juga masih disini.” Tanya vindra pada dio.
“iya.” jawab dio dengan singkat.
“o iya, ka vindra bawa mobil nggak???” Tanya ocha.
“mang kenapa, cha???”
“gini ka, mobilnya sasya kan ada dibelakang mobilnya kepsek jadinya qta harus nunggu kepsek sampai selesai rapat.”
“kalau kalian nunggu kepsek selesai rapat bakal pulang malem. soalnya tadi ka vindra denger omongannya pak santoso. kalian pulang sama ka vindra aja. mobilnya masih muat kok. lagian BT juga naik mobil sendiri.”
“iya, kak. ocha panggil sasya n bian dulu ya.”
“iya.” jawab vindra singkat.
“gisca, kamu kenapa???” Tanya vindra penasaran.
“nggak pa-pa kok, kak.” ucap gisca.
“ya udah, klo gitu dio balik duluan ya. gisca hati-hati ya.” pesan dio.
“…” menggangguk.
“duluan ya, vin. titip gisca.” ucap dio pada vindra.
“iya, gue pasti jagain gisca.”
@@@
Malam ini aku bener-bener ngerasa nggak nyaman. apa aku salah ya karena udah nyuekin dio??? tapi kan dia duluan yang buat aku marah. evan aku harus ngapain??? aku binggung. kenapa ya akhir-akhir ini aku ngerasa nggak nyaman klo dideket dio. aku ngerasa dia punya maksud tertentu ma aku. dio yang dulu sama yang sekarang beda banget. dio yang sekarang jadi lebih protektif truz juga jadi pemarah. sebenarnya apa sih yang terjadi, van?????? aku binggung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
-tok-tok-tok-
“masuk.” jawabku singkat.
“sayang, kamu kenapa sih. mama perhatiin kamu jadi pemurung abis mama dan papa tinggal kerumah nenek.” Tanya mama dengan penuh perhatian.
“nggak pa-pa kok mah. aku mo tidur. ngantuuuuuuuuk banget nii.”
“ya udah. kamu istirahat ya, tapi inget klo ada masalah jangan dipendem sendiri. oke!!!” ujar mama menasehati.
“siip, bos”
“met tidur anak mama.”
“met bobo juga ya mah.”
Keesokan paginya,
“gisca, bangun. Udah pagi.” ucap mama.
“…”
“kamu kenapa sayang???” Tanya mama panic.
“…”
“papa, vanya, sini.” teriak mama.
Beberapa menit kemudian,
“ada apa sih mah??” tanya papa yang ikutan panic.
“tau nih mama. aku tuh lagi ngeritingin rambut, ntar kalau rusak gimana???” timpal vanya dengan muka agak kesal.
“pah, gisca badannya panas banget.” ucap mama yang semakin panic.
“mama tenang dulu. papa telfon dokter ya.”
“gisca, kamu kenapa??” ucap mama sambil mengelus kepala gisca.
1 jam kemudian,
“gimana keadaan anak kami, dok???” Tanya papa penasaran.
“keadaan anak bapak memang sedikit drop. dia harus bed rest selama 1 hari, jangan lupa obatnya ditebus ya, pak.” jawab dokter.
“makasih ya, dok.” ucap papa.
Beberapa menit kemudian,
“pah, mah, aku berangkat dulu ya.” ujar vanya.
“hati-hati di jalan ya.” ucap mama.
“mah, papa juga berangkat kekantor dulu ya. hari ini papa ada meeting penting.” ucap papa.
“iya, pah. biar mama yang jagain gisca.”
-tin-tin-tin-
Bibi segera keluar dari rumah dan segera menghampiri teman-teman gisca.
“bi, gisca mana???” Tanya bian.
“non gisca sakit non.”
“sakit???? sakit apa???” sambar sasya.
“panas, non.”
“ya udah, bi. nanti qta pulang sekolah kesini lagi.” ucap sasya.
“iya, non.”
“pergi dulu ya, bi.” ucap sasya pamitan.
@@@
Di sekolah,
“gisca kok bisa sakit ya. kemaren kayanya baik-baik aja deh.” ucap ocha.
“gak tau juga lah. mungkin gisca lagi banyak pikiran kali ya.” ujar sasya cepat.
Tiba-tiba, dari kejauhan……
“sya…” panggil seseorang.
“ka dio. ada apa, kak??”
“gisca kemana?? kok dari tadi pagi nggak keliatan ya??”
“gisca sakit kak.” sambar ocha.
“sakit???? sakit apa?????”
“katanya sih sakit panas.” timpal bian.
“makasih ya.”
“sama-sama kak.” ucap sasya.
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, anak-anak segera berhamburan keluar kelas. namun siang ini panas banget. semua orang membeli es untuk menghilangkan rasa panas, tapi…..
“ocha” panggil vindra.
“ka vindra. ada apa kak??”
“gisca mana??”
“sakit kak.”
“sakit??? sakit apa???”
“sakit panas katanya.”
“…”
“kakak mo ikut jengukin nggak???” ajak bian.
“iya, gue mau.”
“berangkat yuk.” ujar sasya semangat.
Sesampainya di rumah gisca……
-teeeth-teeeth-teeeth-
“assalammu alaikum.” ucap sasya.
“walaikum salam, non sasya.” jawab bibi.
“bi, sasya ma yang laen mo jenguk gisca. boleh nggak???”Tanya sasya.
“boleh dong, non. lagian diatas juga udah ada den dio.”
“dio, bi.” ucap vindra tak percaya.
“iya, den. den dio juga baru aja dateng.”
“ya udah, bi. kami langsung naek aja ya, bi.” ucap ocha.
“iya, non. non dan aden mau minum apa??”
“nggak usah repot-repot, bi.” ucap bian.
“bibi buatin minum dulu ya, non.”
“iya, bi.” jawab sasya.
“qta naek aja yuk.” ajak ocha.
“yuuuuuuuk.” jawab sasya dan bian kompak.
Sesampainya di kamar gisca,
“gisca…lo kenapa sih, say??? qta semua khawatir tau ma keadaan lo.” sambar ocha dengan teriakannya yang khas.
“iya, gis. kok lo sakit sih?? kalau lo punya masalah cerita aja ma qta.lo masih anggep qta temen kan???” tambah bian.
“maaf ya. gue nggak pa-pa kok. cuman sedikit pusing aja. mungkin gara-gara gue jarang makan kali.” ucap gisca dengan suara yang masih lemas.
“ka dio. kok nggak bilang-bilang sih mau kesini. kan qta bisa berangkat bareng-bareng.” celetuk sasya.
“sasya… apaan sih lo. biarin aja kalau ka dio nggak bilang ma qta kalau dia mau jenguk gisca. itu kan haknya ka dio.” ucap bian dengan sigap.
“sorry… gue nggak bilang ma kalian coz gue panic. gue takut gisca kenapa-kenapa.” jelas dio dengan muka bersalah.
“ka vindra, katanya mau jenguk gisca. udah nyampe kok malah diem sih???” Tanya ocha.
“ee.. ee.. e.. nggak pa-pa kok. keadaannya gimana, gis???” Tanya vindra binggung.
“baik kak. makasih ya udah mau jenguk aku.” balas gisca sambil tersenyum.
-tok-tok-tok-
“ini minumnya non , aden.” ucap bibi sambil menyuguhkan lemon tea.
“makasih ya, bi.” ucap bian.
@@@
Malam ini, rasanya bener-bener beda. aku ngerasa bersalah sama dio dan ka vindra. harusnya aku bersikap biasa aja ma mereka, tapi tadi pas dio dateng, aku malah jutex ma dia terus pas ka vindra dateng, aku juga nyuekin dia. apa gara-gara aku lagi sakit ya. tapi kenapa aku ngerasa kaya gini ya. aduh…… tambah pusing deh kepalaku.
-tok-tok-tok-
“masuk.”
“non, ada telfon dari den dio.” ucap bibi sambil menyerahkan telfon.
“makasih ya, bi.”
“bibi, keluar dulu ya, non.”
“iya, bi.”
Setelah bibi pergi,
“halo.” ucap gisca memulai pembicaraan.
“gis, lo udah baikan kan???” Tanya dio.
“baik kok. kenapa???”
“nggak pa-pa. aku cuman mau ngomong sesuatu ma kamu.”
“mau ngomong apa???” Tanya gisca.
“e… eee…… e..”
“mau ngomong apa sih. ngantuk nih.”
“kamu masih marah ma aku ya???”
“aku… kamu… apaan sih. kok ngomongnya kaya gitu. mimpi apa lo semalam???” ucap gisca binggung.
“mank aku nggak boleh ngomong aku-kamu sama kamu, gis???”
“ya nggak gitu juga. cuman aneh aja dengernya.”
“aku mau ngomong serius ma kamu.”
“dari tadi mau ngomong tapi nggak ngomong-ngomong.”
“…”
“dio… mau ngomong apa sih???”
“aku……” ucap dio kagok.
“aku apa???” ucap gisca penasaran.
“aku……”
“mau ngomong nggak sih. kalau nggak, aku tutup nih.” ancam gisca.
“e… eee… ee.. eee… aku……”
“Dio………………” teriak gisca.
“aku cinta sama kamu.” ucap dio dengan cepat, tegas, dan jelas.
“apa?????” teriak gisca kaget.
@@@
To be continue ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar