…4…
raSa inI !!!!
“Pagi, kak.” sapa gisca semangat.
“de’, kamu ceria banget hari ini??” Tanya vanya.
“…” tersenyum.
“ini non, sandwich special buat non gisca.” menyodorkan sandwich yang baru jadi.
“makasih, bi”
“o iya, non vanya. ada den Mario di depan.”
“suruh tunggu bentar ya. bilang aja, saya lagi sarapan.”
“Iya, non.”
Saat aku mau makan, handphoneku berkedip,
-beep-beep-
gis, gw G EkskuL..
ijinin y..
gw mau prG ma Bonyok gw..
maacih..
Sender:
Miss.ocha
+62812007XXX
dsr..
yuD.._
“de’, mama nanti pulang jam 4. kamu jangan kemana-mana ya. kakak ada kuliah jam 4. jadi, pulangnya jam 7 an gitu.”
“aku mo pergi.” ucap gisca.
“kemana sih?? emank penting banget.”
“penting. entar deh, aku sms mama.”
“ya udah, ka vanya berangkat dulu ya. kasian ka iyo nunggu lama-lama.”
“salam ya kak buat ka iyo. bilangin, jangan lupa janjinya ma aku.” ucap gisca.
“janji??? Mang iyo janji apa??” ujar vanya penasaran.
“ada deh!! Mau tau aja. ini SECRET antara aku dan ka iyo.” timpal gisca.
“ya, elah pake SECRET-SECRETAN segala.” ucap vanya dengan wajah yang masih penasaran.
“iya-iya kakakku yang paling cantik. Ka iyo janji beliin aku boneka yang aku taksir di mall, yang pas qta jalan di hari anniversarynya kakak ma ka iyo.” ujar gisca sambil menjelaskan.
“owww……kirain apa. Ya udah, ntar kakak sampein. kamu hati-hati di jalan ya!!!” ucap vanya pada adiknya yang tersayang.
“beres boss!!!” timpal gisca.
Setelah ka vanya pergi, aku segera mengirim sms pada mama…
Ma2ku cayang..
Maafin gisca y..
gisca hari ini ada acara ma temen lama gisca..
Gisca udah lama ga’ ketemu ma dia..
Jadi, gisca ga’ bisa nyambut mama sama papa di rumah..
Ga’ pa-pa kan??
Miss u.._
-beep-beep-beep-
mama sama papa juga minta maaf karena kita ga’ jd plng..
mama sama papa msh mau jagain nenek..
kalian berdua baik2 di rmh ya..
miss u 2
Sender:
Mama
+62810505XXX
emank keadaan nenek lum pulih ya??
Mama sama papa jg jaga diri baik2 ya
Miss u_
-beep-beep-
nenek udah baikan koq,,
mama sama papa bakal baik2 aja di sini..
miss u 2
Sender:
Mama
+62810505XXX
o iya ma..
mama sama papa pulang kapan??
aku sama ka vanya kangen sama mama dan papa..
Miss u_
-beep-beep-
mama pulang lusa..
mama sama papa jg kangen sama kalian ber-2..
udah dulu ya sayang..
mama mau nyuapin nenek..
miss u 2
Sender:
Mama
+62810505XXX
saat aku sedang makan, aku lupa klo aku belum memberi tau sasya klo hari ini aku berangkat sama dio. alhasil aku menghentikan makanku dan sms sasya secepatnya.
sya, Guw ga BrnG y cZ Guw uD jnJ ma tMn Lama Guw..
Qt kEtemUan di Sana Ja y..
O iy,oCha tD sMs Guw..
OCha Ga mSk cZ mO pRg..
SorrY y,.
Du…_
-beep-beep-
gpp gis..
td ocha jg ud sms gw koq..
Sender:
Miss.sasya
+62810000XXX
Setelah memberitahu sasya, aku melanjutkan makanku. memang sepi klo nggak ada mama, papa, ka vanya. fppppiiiuuuuhh……… sekarang jam menunjukkan pukul 7, tapi aku binggung mo ngapain. dio jemput jam 8 trus aku ngapain ya satu jam ni…
-beep-beep-beep-
cantik lg ap??
Org cantik ga’ blh benggong..
dio on time koq..
1 jam lg dio sampe..
PROMISE!!!
cantik mau ap??
Bunga, coklat, atw boneka???
Mau smuana jg gpp koq..he”…
Sender:
Dio
+62819154XXX
dsr rJa GOMBAL!!!
KLo Guw maU lo keSini SkrG,Gmn??_
-beep-beep-
oke!!
10 menit lg gue nymp!!
Tunggu ja..
Sender:
Dio
+62819154XXX
oke!!!
Wkt lo < dr 9 menit.._
-beep-beep-
Dikit lg..
Sender:
Dio
+62819154XXX
“non, ada telfon dari temen non.”
“siapa, bi??” Tanya gisca penasaran.
“dari cowo, non.”
“siapa sih?? apa dio??” tanyaku penasaran.
Lalu, aku segera mengambil telfon itu dari tangan bibi.
“halo!!” ucapku.
“…”
“halo… siapa nih??” tanyaku semakin penasaran.
“…”
“eh, jangan main-main donk. siapa sih??” tanyaku dengan kesal.
“…”
“eh, siapapun lo jangan maen-maen donk. baru kenal telfon ya!!” tanyaku lebih keras lagi.
“…”
“…”nyebelin banget sih ni orang. ngampain nelfon, klo nggak mau ngomong.
“…”
“eh, klo lo nggak mo ngomong juga, gue tutup telfonnya.” ucapku semakin kesal.
“…”
“gue tutup ya.” ucapku kesal.
“tunggu… tunggu…” ucap suara orang dari telfon.
“…”akhirnya ni orang mau ngeluarin suara juga.
“ni siapa??” tanyaku.
“…”
“nggak mau ngomong juga.” ancem gisca.
“………ini aku. vindra.”
“…” vindra…
“halo!!” ucap vindra lembut.
“…”
“gis, kamu masih di situ kan??” Tanya vindra.
“e… e… ada apa ka??” tanyaku basa-basi.
“maaf ya. tadi aku udah buat kamu kesel.”
“nggak pa-pa koq ka.”
“aku nelfon kamu karena aku mau kasih tau klo nanti pulangnya rada malem coz ada latihan buat gerakan baru. itu kata pelatih cheers kamu. aku cuman di suruh nyampein aja ke kamu.”
“kenapa pelatih nggak ngomong ke gue langsung??”
“aku juga nggak tau. aku cuman di mintain tolong.”
“ohh…”
“…”
“makasih ya, ka.”
“sama-sama.”
“…”
“o iya. pelatih nunjuk kamu jadi ketua cheers.”
“apa??” tanyaku tak percaya.
“pelatih nunjuk kamu jadi ketua cheers. selamet ya!!”
“kakak nggak bohong??” ucapku semakin tak percaya.
“nggak.”
“...” seneng.
Saat itu bibi memberitahuku bahwa dio datang.
“non, ada den dio.”
“iya bi. suruh tunggu bentar.”
Lalu akupun kembali ke telfon.
“maaf ya ka.”
“nggak pa-pa koq. mank ada siapa sih??”
“…”
“oh, sorry. aku lancang banget ya. sekali lagi maaf ya, aku nggak bermaksud…”
“nggak pa-pa koq. tadi bibi ngasih tau klo ada tamu.”
“eh, ya udah deh. kasian tamu kamu, nanti kelamaan nunggu.”
“ya, udah.”
“gis, senin depan ulangtahunku. kamu dateng ya.”
“…”
“halo!!”
“e… iya. aku usahain ya.”
“tempatnya di hardrock café. jam ½ 8 malem.”
“I-I-iya-ya-ya..” jawab gisca gugup.
“ya udah. sampe ketemu nanti ya.”
“ya.”
“daa..”
“daa..”
Sejenak aku termenung.aku benar-benar tidak percaya bahwa yang tadi menelfonku adalah ka vindra. kenapa aku bisa salting (salah tingkah) ya?? apa jangan-jangan…
“gis..” ucap dio mengagetkanku
“…”kaget.
“ya,ampun dio. lo apa-apaan sih. kaget tau!!”
“sorry. abis lo lama banget sih. emank siapa sih yang nelfon??” Tanya dio.
“e… e… temen.”
“ya, iyalah temen. tapi siapa?? namanya gitu.” Tanya dio semakin detail.
“e… namanya…”
“siapa???” Tanya dio semakin penasaran.
Tiba-tiba,
“den, dio. koq di sini. bibi kan minta tolong cobain masakan bibi.” ucap bibi.
“maaf, bi.”
“sekarang den dio ikut bibi.” paksa bibi sambil menarik tangan dio.
“kemana???”
“ya, ke dapur lah den.”
“gis, gue ke dapur dulu ya.”
“…”mengangguk sambil tertawa.
“…”untung aja bibi datang, klo nggak… nggak tau deh bakal jadi apa. ka vindra ngajak aku ke ultahnya. aku dateng nggak ya??
@@@
“mana gis, orang yang kamu bilang mirip evan??”Tanya dio tak sabar.
“…” mencari ka vindra dengan seksama.
“mana??” ucap dio semakin tidak sabar.
“itu.. yang pake baju basket nomor 3” 3..3 kan hari ulangtahun gue. kok bisa kebetulan ya.ahh… ini cuman kebetulan.
“loh.. yo. lo mau kemana??” teriak gisca.
“gue mo liat orangnya lebih deket.”
“tunggu, donk.”
“cepetan.” ucap dio tak sabar.
Saat sampai, dio kaget karena ka vindra benar-benar mirip dengan evan. dio tak percaya klo ada orang yang semirip ini. tapi, ternyata ka vindra menyadari kedatangan kami. lalu dia mendekati kami.
“gisca..” sapanya lembut.
“ka vindra.” balasku.
“ngampain di sini. anak cheers kan ngumpul di aula.”
“o iya-ya. ini baru mau ke sana.” jawabku gugup.
“hai.” ucap dio.
“hai.” balas vindra.
“gue dio.”
“vindra.”
“lo anak basket ya??” Tanya dio.
“iya. emank kenapa??”
“nggak pa-pa.” ucap dio ketus.
“ya udah ya kak. gisca ke aula dulu.” ucapku sambil menarik tangan dio
“…” mengangguk.
Setelah itu,
“lo ngampain sih narik tangan gue, gis??” Tanya dio aneh
“gue… gue kan ada latihan. gue harus buru-buru.” jawabku sedikit gugup.
“…”
“gue masuk dulu ya. lo pulang aja soalnya gue latihan cheersnya sampe malem, jadi kita nggak bisa ke dufan. maaf ya.” ucapku dengan nada penuh penyesalan.
“nggak pa-pa kok.” ucap dio sambil tersenyum.
“tapi lo jangan macem-macem. lo langsung pulang aja. jangan nemuin ka vindra lagi. AWAS LO!!!” ancemku.
“…”aneh.
@@@
malam ini benar-benar membuatku binggung plus deg-degan. seharusnya hari ini aku pergi ke dufan sama evan tapi gagal gara-gara aku harus latihan cheers. aku nggak enak ma evan tapi aku juga nggak bisa pergi gitu aja, aku sekarang udah jadi ketua. aku harus tanggung jawab ma jabatanku sekarang.
Dear diary,
Kenapa pikiranku jadi kacau semenjak ka vindra menelfonku.apakah yang kurasakan ini???aku binggung.kenapa aku bisa bohong pada dio??padahal dulu aku nggak pernah bohong.apa aku takut dio tau apa yang aku rasakan?????????tapi ga mungkin.aku ga punya perasaan apa-apa pada ka vindra.aku cuma gugup dan grogi….grogi!!!aku grogi…kenapa aku harus grogi.ka vindra kan bukan siapa-siapa aku.tapi,kata ocha klo kita suka sama seseorang kita pasti grogi klo di deketnya.tapi,masa aku suka sama ka vindra.aku baru kehilangan evan,masa sekarang aku suka sama orang lain.apa yang harus kulakukan.jika memang aku menyukai ka vindra tolong beritahu aku dengan suatu tanda.tapi jika tidak …
-beep-beep-
gis,met malam..
gy apa nih??
nice dream,.
Sender:
Ka vindra
+62810101XXX
“ka vindra??? apa ini tandanya??? jangan-jangan aku memang suka ma ka vindra??” ucap gisca dalam hati.
Dari luar, aku mendengar suara gaduh. lalu, aku keluar untuk melihatnya.
“ada apaan sih??” tanyaku.
“itu non. ada maling ketangkep.” jawab bibi.
“maling?? dimana??? kok bisa ada maling sih???” tanyaku panjang.
“iya, non. malingnya ada di blok D. trus sekarang lagi di bawa ke kantor polisi.”
“…” kok bisa ada maling ya!!! katanya di sini aman, tapi koq bisa ada maling masuk ya.
“non, koq belum tidur??” Tanya bibi.
“iya bi. tadi mau tidur, tapi tadi ada suara gaduh jadi kaget.”
“ya, udah. mending sekarang non tidur aja.” saran bibi.
“ka vanya udah tidur ya bi??”
“belum, non. non vanya masih ngerjain tugas.”
“ohh.. ya, udah bi. aku ke atas dulu ya.”
“iya, non.”
“jangan lupa kunci pintu, bi!! saranku.
“beres non.”
@@@
to be continue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar