…2…
kEnanGan
Sore ini, awan terlihat cerah tapi hatiku tak secerah awan sore ini. rasanya aku ingin menangis dan terus menangis sampai air mataku habis, tapi itu tidak mungkin. aku harus melupakan kejadian tadi. kejadian yang membuatku ingat pada seseorang dalam masa laluku… kejadian yang selalu menghantuiku.
“sayaaang, ayo turun. makan malam udah siap.” teriak mama dari lantai dasar.
“iyaa, ma.” jawab gisca.
Saat aku berdiri, handphoneku berkedip. terlihat sebuah pesan masuk ke dalam inbox.
-beep-beep-
hai,gisca..
gi pain niy??
MO jLn Ga??
Gw mO caRi kadO buaT sEpupU Gw,.
Du…du…
Sender:
Miss.ocha
+62812007XXX
s’ry bGd y…
Gw ga bs cZ gW gi pGn nDiri..
Maap y,._
-beep-beep-
Ya uD dEch!!
Daa………
Sender:
Miss.ocha
+62812007XXX
Saat makan malam, aku nggak nafsu makan. alhasil papa sama mama nanya.. aku terpaksa bohong sama mereka karena aku nggak mau nyusahin mereka. kalo mereka tau alasan aku nggak mau makan adalah karena … pasti mereka akan sedih. mereka udah terlalu banyak aku susahin. aku nggak mau bikin mereka tambah sedih.
“van, kenapa bayangan kamu selalu muncul di hadapanku??” ucap gisca sambil meneteskan air mata.
“kenapa van?? aku udah berusaha buat ngelupain kamu, tapi … tapi kenapa?? apa karena aku terlalu sayang sama kamu sampe aku nggak bisa ngilangin kamu dari pikiran aku??!! Ya, ALLAH… apa yang harus kulakukan??” ucap gisca dalam hati.
Dari luar terdengar suara orang yang sedang menuju kamarku.
-tok-tok-tok-
“masuk.” ucap gisca sambil menghapus air matanya.
“gis, gue minta pelembab donk. pelembab gue udah abiz nih.”ujar ka vanya.
“…”menghapus air matanya yang jatuh.
“mana gis??” ujar kakak tak sabar.
“itu, diatas meja belajar.” ucapku sambil menujuk tempat yang aku maksud.
“ya ampun, masa pelembab di taruh di atas meja belajar sih.”
“iya kak. ya udah, sana gih pergi. aku mau tidur nih.” ucapku dengan nada agak emosi.
@@@
Pagi ini, badanku terasa lemas sekali. mungkin ini karena semalam. setiap malam aku pasti memikirkan … dan pasti aku tidak bisa tidur karena hal itu.
“pagi ma, pa, kak.” ucapku sambil mencium pipi mereka.
“pagi, anak mama yang paling cantik.” ucap mama seperti biasa.
“mama , vanya kok nggak dibilang cantik sih??” ucap vanya dengan nada iri.
“iya-iya , anak mama semuanya cantik. Apalagi vanya. Buktinya Mario suka ma vanya kan.” ujar mama membela diri.
“ya iya lah. Aku kan cewe paling cantik di kampuz.” ucap vanya PD
“udah dong. Kok jadi ngomongin itu sih. Vanya , gisca ayo sarapan.” ucap papa
“iya , pah.” ucap vanya dan gisca bersamaan.
5 menit kemudian,
“ka vanya, maaf ya soal semalem.” ucap gisca dengan tulus.
“nggak pa-pa kok , de. cepet abisin sarapannya”
“…” makasih ya, kak.
Dari luar terdengar suara klakson mobil milik sasya. sasya emank bertugas jemput aku, ocha, dan bian. maklum, cuman dia yang udah dapet ijin dari ortunya buat bawa mobil ke skull. sebenarnya aku sama ocha juga bisa nyetir tapi qta berdua belum dapet ijin dari ortu buat bawa mobil ke skull jadinya qta nebeng sama sasya. diantara qta ber-4 Cuma bian yang nggak bisa nyetir. eh…bisa deh, tapi dia nggak mau nyetir mobil lagi coz dia pernah trauma sama mobil. maklum, bian pernah nyerempet orang, untungnya orang yang diserempet nggak kenapa-kenapa, tapi semenjak itu bian nggak berani lagi nyetir mobil.”katanya takut”.
-tin-tin-tin-tin-
“ma, pa, kak, aku berangkat dulu ya.” ucapku sambil mencium tangan keduanya.
“hati-hati ya sayang.” mama menyaraniku.
“iya, ma.”
Setibanya di luar……
“Hai, gis.” sapa teman-temanku dari dalam mobil.
“hai.” jawabku sambil naik ke mobil.
“tau nggak kemaren gue ketemu siapa???” ujar ocha dengan penuh semangat.
“siapa???” Tanya bian penasaran.
“ka vindra.” jawab ocha.
“truz??” Tanya sasya penasaran.
“terus gue ditraktir ma dy dan dy nanya-nanya gitu ma gue.”
“nanya?? nanya apaan??” Tanya sasya tambah penasaran.
“nanyain gisca.” jawab ocha santai.
“apa??”ucap gisca kaget.
“iya, dy nanyain lo.” ucap ocha pada gisca.
“cieee………gisca.” goda bian.
“…”menangis.
“gis, koq lo sedih sih??? gue salah ngomong ya???” Tanya ocha penasaran.
“nggak pa-pa koq.”
“yakin!!! lo beneran nggak kenapa-kenapa???” Tanya bian tambah penasaran.
“iya gis. klo lo ada masalah, cerita aja.” timpal sasya.
“kalian inget kejadian yang pernah gue ceritain ma kalian??” Tanya gisca dengan meneteskan air mata.
“yang mana???” Tanya bian binggung.
“cowo yang kecelakaan karena ditabrak mobil.” ucap gisca perlahan-lahan.
“o iya, emang kenapa??” Tanya ocha dengan hati-hati.
“…” menangis.
“gis, udah donk. jangan nangis. emang ada apa sih??” bian coba menenangkan.
“iya. emang kenapa???” Tanya ocha penasaran.
“cowo yang kecelakaan itu adalah cowo gue, evan. dya mirip banget sama ka vindra.” ujar gisca menjelaskan sambil meneteskan air mata.
“apa?????? jadi, cowo lo itu mirip sama ka vindra??” Tanya ocha sekali lagi.
“…” mengangguk.
“kenapa lo nggak pernah cerita sama kita.” ucap ocha.
“…”
“gis, lo harus bisa lupain itu smua dan mulai kehidupan lo yang baru. lo harus ninggalin masa lalu lo. kalo lo teruz begini, gimana lo buat evan bahagia. dia pasti sedih karena orang yang paling di cintainya masih belum ikhlas ngelepas kepergiannya.” ucap bian panjang lebar.
@@@
Bel berbunyi dan pelajaran segera di mulai. anak-anak segera masuk ke kelas masing-masing. guru-guru pun segera memulai pelajarannya.
“good morning.” sapa madam diya.
“good morning, madam.”
“guru matematika kalian tidak masuk, jadi kalian diberi tugas.”
“…”
“kerjakan tugas ini, nanti dikumpulkan.”
“yes, madam.”
Setelah madam diya berlalu, suasana kelas kembali gaduh…
“pfiiiiuuuuuhh…,”desah ocha lega
“gue kira madam diya yang bakal gantiin pelajarannya pak bowo. untung aja dia Cuma kasih tugas buat kita.” timpal sasya.
“…”
“bantuin gue kerjain soal ini donk!!” pinta sasya.
“entar aja sya.” jawab ocha
2 jam kemudian, Akhirnya bel istirahat berbunyi. anak-anak segera lari ke kantin. tetapi,di kelas 2 ipa 1 masih terdengar kegaduhan.
“Come on class.” ucap madam diya.
“bentar lagi madam.”
“one…two…three…!!” ujar madam diya.
“bentar madam…bentar madam…” ucap anak-anak serentak.
@@@
Sore ini, ada pertandingan basket antara SMA Kasih vs SMA Harapan. anak-anak segera menuju lapangan basket untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Beberapa menit kemudian, lapangan basket pun sudah di padati oleh seluruh siswa pendukung SMA Kasih dan siswa pendukung SMA Harapan.
“ihh…rame bgt sih.” ujar ocha.
“ya iyalah. namanya juga pertandingan basket, pasti banyak bgt cewe yang mau nonton. apalagi cowo basket SMA kita kan ganteng-ganteng.” seru sasya.
“eh, udah deh. mending kita cari tempat duduk. emank kalian mau berdiri sampai pertandingan selesai.” ajak bian.
“eh, kayanya itu kosong deh. mending kita kesana.” tunjuk gisca.
“yuuuukk!!!”
Saat sampai di tempat tujuan, masalah datang lagi. ya siapa lagi masalahnya klo bukan genk venus yang di ketuai oleh fayrish.
“heh..ini tempat duduk kita. minggir sana.” ucap fayrish.
“kita duluan yang disini, jadi kalian nggak berhak duduk disini. ngerti…..!!” ujar ocha.
“capek ya ngomong ma lo. ngabisin suara aja.” ucap chyley sambil memegang rambutnya yang panjang.
“siapa juga yang betah ngomong ma lo.” ucap bian menambahi.
“kalian ini belum tau ya. kalo kita suruh pindah, ya pindah. kalo nggak…” ucap fayrish terpotong.
“klo nggak kenapa?” ujar sasya yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
“…”gisca, ocha, dan bian terperangah melihat apa yang sasya lakukan.
Tiba-tiba,
“hai??” sapa seseorang dari kejauhan.
“eh, ka vindra.” balas ocha.
“ada apaan nih??” Tanya ka vindra.
“ini loh kak, masa genk mars ini..” ucap ocha terpotong.
“eh, bukan genk mars tapi genk ve-nus, ngerti!!” ucap meydi memperjelas.
“whatever...mereka mau ngambil tempat duduk kita. padahal kita duluan yang disini.” ucap ocha menjelaskan.
“kenapa sih, fay?? lo nggak capek ya cari masalah mulu ma orang.” Tanya vindra.
“vin, gue nggak pernah cari masalah ma mereka, tapi mereka teruz yang cari masalah ma kita.” jawab fayrish tenang.
“jelas-jelas lo yang cari masalah ma mereka. lagian, bisa kan cari tempat duduk yang lain.” ujar vindra.
“lo tuh ya nggak pernah percaya ma gue.”
“gimana orang mau percaya ma lo kalo lo sendiri selalu cari masalah.” ucap vindra tenang.
“gue aneh ya ma lo. temen sendiri nggak lo belain, tapi mereka yang bukan siapa-siapa lo, lo bela mati-matian.” ucap fayrish yang mencium gelagat aneh.
“gue kan ketua osis.”
“oh ya??!!! yakin?????”Tanya fayrish dengan penuh curiga.
“e………e………”jawab vindra gugup.
“udah deh, mang lo kira qta nggak tau.” Tanya fayrish lagi.
Suasana semakin tegang, tapi tiba-tiba…
“vin……” panggil seseorang dari lapangan.
“…” menoleh.
“emmm, sorry ya gue cabut dulu. fay, pliiisss cari tempat laen.”
Pertandingan pun di mulai. terdengar suara pendukung SMA Kasih dan pendukung SMA Harapan.pertandingan berjalan ketat. saat pertandingan masih berlangsung,
“hai, Raymond!!” sapa chyley.
“hai!!”
“ray, ajarin pelajaran kimia donk. gue nggak ngerti nih.” rayu chyley.
“…”
“ray, mau ya??” Tanya chyley lagi.
“bisa diem nggak???” jawab Raymond ketus.
“…”kenapa sih, Raymond ketus terus ma gue. emank gue kurang apa coba. cantik…manis…tajir… semuanya gue punya. nyebelin banget sih.klo bukan cowo yang gue suka, udah gue…
“chyley, lo kenapa??” Tanya meydi aneh.
“cabut yuk. gue BT nih disini.”
“apaan sih lo. gue lagi nonton. jadi, nggak ada yang boleh pergi dari sini sampai pertandingan selesai.” ucap fayrish panjang lebar.
“Pertandingan memang berjalan dengan seru, tapi aku nggak terlalu memperhatikan itu karena aku sibuk dengan pikiranku yang melayang entah kemana”. ujar gisca dalam hati.
-beep-beep-
gis, u dmn??
Ma2 tnyin u..
U cpt plng y cz ma2 mau jngk ne2k..
Ne2k drop lg..
Bls gpl
Sender:
Ka vanya
+62813333XXX
Guw D skull..
Bntr Lg bLk!!_
“siapa gis??” Tanya sasya.
“ka vanya.”
“kenapa??” Tanya sasya lagi.
“nenek gue drop lagi jadi nyokap minta gue balik.”
“ya udah. bian, ocha.balik yuk.” ajak sasya.
“Bentar lagi deh.tanggung nih.” jawab bian.
“kasian gisca.” ucap sasya.
“bian...” pinta ocha.
“Iya-iya.” jawab bian.
@@@
to be continue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar