…3…
tEman Lama
Malam ini, di rumah sepi. mama dan papa pergi jenguk nenek yang keadaannya memburuk. aku dan ka vanya tinggal di rumah. sebenarnya aku pengen ikut, tapi besok ada latihan cheers. aku bosan banget, tapi aku juga merasa kesepian karena nggak ada lagi orang yang ada disampingku.. kaya evan!!!!
“telfon nggak ya?? tapi nanti gue ganggu mereka lagi.” bicaraku sendiri.
“mending nulis diary aja deh. mungkin gue bisa merasa tenang sedikit.”
Saat akan membuka diary, tiba-tiba hanphoneku berkedip.
-beep-beep-
hai, gis..
gi pain niy??
R’ry ganggu,.
Ni vindra.
Save y
Aku seneng kmu bs ntn p’tndngn aku..
Bls
Sender:
+62810101XXX
Iya kak.._
Saat aku membaca sms tadi, aku benar-benar kaget. aku nggak tau harus bersikap gimana. ada apa sih???apa ada yang salah ma aku??
Dear diary,
diary, aku banyak masalah ni. aku harap kmu mau dengerin curhatku…
Aku kangen bgt sama evan. biasanya, setiap malem dia selalu kasih aku setangkai mawar merah. aku tau ini smua harus aku lupain, tapi nggak akan semudah itu untuk melupakannya. diary, di saat aku mulai bisa melupakannya, ada seseorang yang wajahnya mirip bgd ma evan. kenapa??? apa aku memang tidak boleh melupakannya. aku binggung. aku tau dia baik, tapi aku tidak bisa bicara dengannya karena itu akan membuka luka lamaku.diary,tadi dia sms. aku binggung harus gimana?? seandainya ada dio di sini, tapi sayangnya dia ada di USA. aku ingin sekali menceritakan smua ini padanya karena aku tau dia bisa membantuku mengatasi setiap masalah-masalahku. dio sekarang kamu lagi apa?????????????????????
“…” evan, apa kamu bisa kirim dio ke sini untuk menemaniku???
-tok-tok-tok-
“masuk!!” jawabku.
“non, ini bibi bawain susu hangat untuk non.” seru bibi.
“taruh aja di situ, bi.”
“iya, non.”
“bi, ka vanya lagi ngapain??”
“non vanya lagi telfonan sama den iyo, non.”
“ohh, makasih ya, bi.”
“iya, non.”
Setelah bibi keluar, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku..
-tok-tok-tok-
“masuk.” jawabku.
“non.”
“kenapa lagi, bi??”tanyaku.
“tadi ada telfon dari temen non yang namanya… dio.”
“dio, bi.”
“iya, non”
“dio telfon gisca, bi??”
“iya, non.”
“jam berapa, bi???” Tanya gisca penasaran.
“tadi kira-kira jam 4. non belum pulang jadi, dia bilang mau kesini aja,non.”
“mau kesini???” Tanya gisca dengan penekanan suara.
“iya, non.”
“makasih ya, bi”
“sama-sama, non”
“…”dio!!! apa ini bukan mimpi.kenapa ini bisa kebetulan ya.
15 menit kemudian,
Dari luar ada suara orang yang memanggil-manggil namaku.
“gisca……gis………” suara orang dari luar kamarku
“iya.” jawabku.
“ada temen kamu nih.”
“siapa, ka??”
“liat aja.”
“suruh tunggu bentar, ka.”
Aku segera keluar dari kamarku.”siapa sih yang datang malam-malam gini??”pikirku dalam hati. saat aku sampai di ruang tamu, aku benar-benar terkejut pada apa yang aku lihat. ternyata yang datang……
“diooooooooo” teriakku senang.
Aku langsung memeluk orang itu begitu aku tau siapa dia. aku senang sekali karena aku bisa melihatnya lagi.
“ya, ampun yo. gue nggak percaya lo ada disini.” ucapku dengan nada yang masih tidak percaya.
“gue juga nggak percaya tapi gue seneng banget karena gue bisa liat wajah cantik lo lagi.”ucap dio senang.
“tadi gue kira siapa, ternyata lo??”
“jadi nggak seneng nih. ya udah gue pergi aja.” ucap dio memelas.
“nggak. justru gue seneng banget lo ada di sini.”
“masa…” goda dio.
“iihhh… lo tuh nggak berubah ya.”
“emank gue superman apa??bisa berubah.”
“diiioo. becanda terus deh.”
“ngomong-ngomong udah punya cowo belum??” Tanya dio sambil bercanda.
“…” sedih.
“gis, lo kenapa??” Tanya dio serius.
“nggak pa-pa koq.”
“lo masih mikirin evan ya?”
“dio, gue mau kasih tau lo sesuatu.” ucap gisca mengalihkan pembicaraan.
“apa??”Tanya dio penasaran.
“di skull gue…ada orang yang miriiiiip banget sama evan.” ujarku.
“serius lo??” Tanya dio tak percaya.
“bercanda???” Tanya gisca dengan muka serius.
“iya. sorry deh. trus gimana???” ucap dio dengan muka menyesal.
“klo lo nggak percaya besok lo ikut gue ke skull. di sana lo bisa liat orangnya langsung.”
“oke!!” jawab dio yakin.
Tiba-tiba,
“den, ini minumnya.” suguh bibi.
“makasih ya ,bi.”
“sama-sama, den.”
“non gisca kenapa??” Tanya bibi.
“nggak pa-pa koq bi, cuman lagi terharu aja. dia terlalu seneng bisa ketemu aku lagi.” jawab dio sambil bercanda.
“dio……… apaan sih lo!!!!!!!!” teriak gisca.
“ohh, ya udah den. bibi ke dapur dulu. permisi.”
“…” mengangguk.
“udah dong jangan nangis lagi. kan tadi udah ketawa.” dio mencoba menenangkanku.
“…” terus menangis tak henti-henti.
“…” gis, seandainya kamu tau klo sebelum evan pergi, dia nitipin kamu ke aku. evan nyuruh aku jagain kamu dan buat kamu bahagia. dia juga nyesel karena dia nggak dengerin omongan kamu. ucapan terakhir evan yang paling melekat di telingaku adalah dia bilang dia sayang dan cinta banget ma kamu. dia nggak akan ninggalin kamu sendirian. dia akan terus jagain kamu dari sana.
“thanks ya, yo. lo datang di saat gue butuh lo.” ucap gisca sambil menyeka air matanya.
“lo nggak perlu terima kasih. udah tugas gue buat jagain lo n’ buat lo bahagia.”
“ngomong-ngomong, lo nyampe kapan??” tanyaku.
“tadi pagi. gis, besok jalan yuk, mau nggak??
“kemana??”
“kemana aja. terserah lo.”
“kan lo yang ngajak.”
“nggak pa-pa. gue pengen buat lo seneng.”
“kemana ya?? klo ke dufan aja gimana??”
“oke, cantik.”
“pulang ekskull ya.”
“beres. trus jadi lo ngenalin orang yang mirip sama evan??”
“…” mengangguk.
“ya, udah. gue balik dulu ya, gis.” ucap dio.
“iya, hati-hati ya.”
“besok, gue jemput jam berapa??” Tanya dio sebelum keluar dari rumah gisca.
“jam 8. nggak pake telat ya. awas loh!!”
“beres tuan putri.”
“eh, tunggu… tunggu…” cegah gisca.
“kenapa??” ucap dio panik.
“lo harus minum tehnya dulu, klo nggak, lo nggak boleh pulang.”
“ya, ampun gis. gue kira ada apa??”
“nih minum!!” menyodorkan secangkir teh hangat.
“shhhrruuuutt………”
Setelah dio menghabiskan minumannya,
“lo haus apa kurang??” ledek gisca.
“tadi, katanya suruh minum. sekarang udah diabisin malah nge-ledek.”
“iya.. iya.. maaf!! gitu aja ngambek.”
“untung aja lo cantik klo nggak..”
“klo nggak apa??” ujar gisca tanpa merasa takut.
“ya… nggak pa-pa.”
“udah gih sana pulang. entar kemaleman lagi.”
“met bobo ya cantik.”
“iya, tukang gombal.”
“daaaaa……” ucap dio sebelum pergi.
@@@
Hai..
Namaku adalah gadheesha putria gisca. panggil aja gisca, tapi kadang ada yang manggil aku “cantik”. umurku 16 tahun. aku anak ke 2 dari 2 bersaudara. aku punya hobby shopping, nyalon, n’ jalan-jalan. aku punya orangtua yang sayang n cinta banget ma aku. papaku bekerja sebagai Dirut (direktur utama) dari sebuah perusahaan, sedangkan mamaku adalah seorang ibu rumah tangga. o iya, aku punya seorang kakak. namanya adalah vanya adilla putri. sekarang dia udah kuliah semester 2, jurusan Psikologi. aku sempet nggak percaya klo ka vanya bisa masuk jurusan psikologi. sikap dan kelakuan ka vanya sama sekali nggak mencerminkan seorang calon psikolog. menurutku ka vanya lebih cocok ngambil jurusan komunikasi atau modelling karena itu sesuai dengan hobbynya. ka vanya punya pacar yang namanya ka Mario. dia satu jurusan sama ka vanya. orangnya ganteng, pinter n’ baik banget. ka vanya beruntung banget bisa dapetin cowo kaya gitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar